Gabriel Saenaraya Pramuditha (SAE)

//Gabriel Saenaraya Pramuditha (SAE)

Gabriel Saenaraya Pramuditha (SAE)

mau cerita soal kelahiran putri kecilku, urut diurut..

  • tanggal sembilan november

yaitu hari minggu kok rasanya pengen konsultasi ke bidan yang selama ini sudah kami kenal dekat,  sebut namanya mbak Ningrum.. beliau adalah bidan dan satu lingkungan sembahyangan dengan kami di Yasinta.

entah mengapa hari itu aku ingin sekali bertemu dengannya hanya ingin sekedar berkonsultasi karena sampai dengan kehamilan tigapuluh sembilan minggu belum ada tanda tanda kontraksi yang seperti diceritakan baik media maupun cerita teman teman.  lalu setelah berkonsultasi dengan bidan tersebut ia membantuku untuk membukakan jalan persalinan dengan cara merobek sedikit jalan lahir, voilaaa terjadilah pembukaan satu dan beliau bilang satu atau dua hari akan ada kontraksi selanjutnya

  • tanggal sepuluh november

belum ada tanda tanda.

  • tanggal sebelas november

aku mengalami sedikit flek,  lalu cepat cepat menghubungi suami yang saat itu di perjalanan menuju kantor dan ia pun berbalik arah kerumah.  tak lama suami ku datang kamipun bergegas ke rumah sakit,  saat itu mamapun menemani karena berpikir kalopun tidak ada apa apa aku dan mama pulang dengan menggunakan taksi dan suami langsung pergi bekerja.

namun sesampainya di rumah sakit dan giliran aku masuk ke ruang periksa ternyata sudah pembukaan dua yang secara otomatis tidak boleh pulang lagi karena biasanya pembukaannya akan cepat bertambah.

sekitar pukul sepuluh tigapuluh pada tanggal sebelas november di hari itu juga aku sah terdaftar sebagai ibu yang akan bersalin😁 deg degan?  engga juga karena  memang sudah menyiapkan mental jadi dijalanin saja semua *ciyehhh*

awalnya bosan menunggu,  pengen cepat cepat melihat buah hati namun apa daya belum ada pembukaan lanjutan hingga pukul satu siang,  hingga suamiku pergi ke kantor karena ada rapat penting.

atas inisiatifku aku mulai berjalan naik turun tangga supaya cepat pembukaannya (begitu sih kata orang orang) sampai dengan pukul tiga sore belum ada perubahan lalu terpaksa di induksi ringan melalui infus.

sekitar pukul empat suamiku kembali dari kantornya dan aku merasa lega karena bisa didampingi olehnya.. masih ada rasa semangat bercampur ingin cepat cepat melahirkan,  hihihi.

tak lama kemudian suster membawaku ke ruang persalinan untuk di observasi.. berkali kali suster mengatakan baru pembukaan sekian baru pembukaan sekian bahkan pada pukul dua pagi pembukaan masih sekitar tiga atau empat sehingga harus ditambah dosis induksinya.

rasa kantuk bercampur lelah dan sakit menahan kontraksi bercampur jadi satu,  aku dan suamiku tak bisa tidur dengan nyenyak sampai hari menjelang pagi pun belum ada perubahan pembukaan juga jadi aku sempat sarapan sedikit supaya ada tenaga meskipun mata sudah lengkeeeeeet sekali!  😪

entah berapa kali ditambah dosis induksinya sehingga sekitar pukul sembilan pembukaan enam terjadi.. ohhh Tuhan inikah yang namanya antara hidup dan mati,  rasanya sudah gak karu karuan lagi.  sakit semua badan ini hingga aku hampir menyerah untuk caesar saja,  namun berkat kegigihan suami dan suster suster di rumah sakit tersebut untuk tetap melahirkan secara normal maka aku bertahan sekuat tenaga.

pukul setengah sepuluh air ketubanku dipecahkan karena tak kunjung pecah juga,  rasa sakit perut lalu muntah muntah lalu ngompol terus sudah kuabaikan.. tak lama kemudian pembukaan delapan terjadi dan oleh suster diberikan petunjuk cara mengejan.  di saat itu pembukaan terus berjalan dan dengan tekad yang bulat ingin normal dari awal serta mata sudah tak tertahankan dan lebih lebih ingin melihat seperti apa bayiku kelak tanpa disadari ternyata aku memulai persalinannya.

menurut versi suamiku yang pada saat itu menemaniku selalu di ruang bersalin,  pada saat mengejan pertama yang terlihat keluar adalah kepala lalu masuk lagi karena aku menarik nafas, lalu mengejan yang kedua keluar kepala sampai pundak dan barulah mengejan yang ketiga keluar semua..

  • tanggal dua belas november

Puji Tuhan rasanya legaaaaaaa sekali dan tak terlukiskan dengan kata kata betapa bahagianya aku dan suami pada saat itu dimana pukul sepuluh dua puluh delapan lahirlah malaikat kecil kami berjenis kelamin perempuan dengan berat tiga koma nol empat belas dan panjang empat puluh enam centimeter

putri manis ini kami beri nama Gabriel Saenaraya Pramuditha yang artinya malaikat pembawa kabar gembira yang dinanti semua makhluk hidup adalah anak yang bijaksana atau diramu oleh dias dan shinta.

Hahahahaha yang kata terakhir bukan bercanda tapi memang itu artinya😁😁😁

putri manis ini kami panggil dengan sebutan Sae yang artinya baik atau bagus

aku dan suami berharap semoga Sae menjadi anak yang selalu patuh kepada orangtua,  sayang terhadap sekitar,  taat kepada Tuhan dan bijaksana sebagai manusia.  Amin.

puji syukurku kepada Tuhan dan ucapan terima kasihku kepada:
❤suami yang setia mendampingi, love u bapak😘😍
❤mama yang selalu mendoakan dan selalu memaafkan anakmu ini
❤dokter dan bidan serta staff rumah sakit mitra keluarga depok

Tuhan memberkati👏image

By |2018-10-19T11:50:40+00:00November 17th, 2014|Saenaraya|0 Comments

About the Author:

K.E.T.I.K.A .. kamu bisa menceritakan kisah sedihmu, tanpa mengeluarkan air mata, sesungguhnya ketika itu, sebenarnya telah sembuh.
%d blogger menyukai ini: