kebahagiaan dari kepahitan

//kebahagiaan dari kepahitan

kebahagiaan dari kepahitan

aku mempunyai satu kakak perempuan dan satu kakak laki-laki. bapak bekerja sebagai manager operasional di salah satu kantor terkenal di kota kami dan Ibu sebagai ibu rumah tangga biasa. kami tinggal di Bandung, kota yang cukup sejuk namun hangat di hati

sebut saja aku Mawar, usiaku saat ini dua puluh delapan tahun dan aku bekerja di salah satu perusahaan media iklan di Bandung sebagai sekretaris

dengan bentuk tubuh dan paras yang rupawan tak menyulitkanku mendapatkan pekerjaan apalagi pasangan

keseharianku selain bekerja, aku juga mengurus rumah sebagai ibu dan istri. aku mempunyai satu orang anak perempuan yang usianya baru tiga tahun dan sedang lucu-lucunya

menjadi sekretaris seperti sekarang tak mudah, butuh perjuangan untuk melewati gunjingan banyak orang karena penampilanku yang tidak biasa. jujur aku suka berdandan dan berbelanja baik pakaian, sepatu, tas maupun accessories. dan aku tidak suka dengan penampilan yang sama dengan orang lain

menjadi sukses dan bahagia seperti saat ini pasti ada bagian dari proses dari masa lalu. yang tak luput dari kepahitan

aku tak pernah membayangkan akan sukses seperti saat ini. mempunyai pekerjaan bagus dengan gaji yang lumayan, mempunyai rumah, mempunyai kendaraan, mempunyai suami yang pengertian dan anak yang lucu. terbekatilah aku..

tapi jalan hidupku gak seindah dongeng, aku pernah mendapatkan pelecehan seksual pada waktu masih kecil. bukan dari orang lain, melainkan dari orang terdekat yaitu kakak laki-lakiku dan sepupu laki-lakiku

pada saat itu umurku baru sekitar delapan tahun, sepupuku sering menginap dirumah. rumah kami cukup besar dan kamarnya banyak. kebetulan aku tidur dengan ibu dan entah mengapa malam itu sepupuku ingin tidur dengan kami

yang terlintas malam itu kami bersaudara jadi tak ada pikiran yang aneh-aneh, apalagi umur kami masih terbilang masih sangat polos dan pada saat itu televisi maupun gadget tidak sebebas sekarang yang menampilkan adegan dewasa di layar

ditengah terlelapnya kami istirahat malam, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menggosok-gosok bagian tubuh vitalku di belakang. yang pada saat itu kebetulan tubuhku menghadap tembok jadi aku merasakan desakan yang tak aku inginkan dan awalnya tak aku hiraukan namun lama-lama semakin kencang digosoknya, seketika lalu aku langsung membalikkan badanku dan masih berusaha memejamkan mata, tak lama kemudian ia berusaha meraih tanganku dan memasukkan ke dalam celana dalamnya, ia berusaha mengarahkan tanganku untuk memegang kemaluannya

ini untuk pertama kalinya aku memegang kemaluan lawan jenis dan aku langsung menampik sambil membalikkan badan kembali dengan dada yang bergemuruh antara deg-degan, kesal dan takut

keesokan harinya tak sengaja aku melihatnya berada di kamar kakak laki-lakiku dan kebetulan aku sedang berada di kamar kakak perempuanku yang bersebrangan dengannya. tak aku sadari ketika sedang asik bermain dengan bonekaku, ia memanggilku tanpa berkata apa-apa sambil menepuk-nepuk ranjang seraya berkata dalam hati, “kesinilah Mawar, layani aku di ranjang ini!!”

tak kuasa aku berlari ke kamar ibu sambil menahan rasa takut dan sedih

……………

tak lama ketika Bapak meninggal, kami sekeluarga hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib. kepindahan kami dari Bandung ke Jakarta selain menghindari hutang-hutang yang ditinggalkan Bapak, kami juga menerima tawaran dari seorang kerabat Bapak yang menyediakan tempat tinggal dan toko kelontong kecil-kecilan untuk Ibu

tak ada yang menyambut gembira dengan kepindahan ini, namun tak ada jalan lain kami harus terus hidup

setiap harinya kegiatan Ibu dan kakak perempuanku sibuk dengan usaha barunya yaitu menjaga toko kelontong, sementara aku dan kakak laki-lakiku sekolah dan setelah istirahat kami juga akan membantu ibu dan kakak perempuanku di toko, kami bergantian menjaganya

suatu hari tinggalah aku dan kakak laki-lakiku di rumah ketika pulang sekolah dan memang selalu tak ada siapa-siapa dirumah selain kami berdua

seperti biasa, sepulang sekolah setelah makan siang aku membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan bekas aku dan kakakku makan siang dan setelahnya biasanya kami akan istirahat sebentar lalu menyusul ke toko

siang itu di tengah-tengah istirahat siangku, tiba-tiba kakak laki-lakiku datang ke kamarku dan tubuhnya yang besar menindih badanku sambil menyekap mulutku dengan telapak tangannya yang kuat, memberi kode kepadaku untuk tidak berteriak atau bicara apapun

perlahan ia membuka rok dan celana dalamku dengan brutal dan ia melancarkan aksinya dengan membuka celananya juga
dengan cepat tanpa ada perlawanan dariku ia melakukan hal yang seharusnya tak boleh terjadi, seakan-akan aku bukan adiknya

sampai ia terpuaskan selama lima belas menit dan memakaikanku celana dalam dan rok kembali lalu mengecup pipiku dan berbisik “jangan bilang siapa-siapa”

tak tahu harus melakukan apa, hanya menangis dan berharap suatu hari ia mendapat ganjaran yang setimpal

……………

aku memaafkan? tentu saja..
tapi aku tidak melupakan

 

#nama dan lokasi kejadian telah disamarkan#

By |2019-01-24T16:28:56+00:00Januari 24th, 2019|Story|0 Comments

About the Author:

Stalked by Demons Guarded by Angels
%d blogger menyukai ini: