penantian 6 tahun 24 jam

//penantian 6 tahun 24 jam

penantian 6 tahun 24 jam

aku dan suami tidak pernah menargetkan kapan kita akan punya momongan,  kita jalani saja.  satu tahun dua tahun sampai tahun ke lima aku belum juga hamil. disaat itulah aku sadar bahwa umur kami berdua tidak muda lagi,  aku menyarankan suami untuk program ke dokter dan ia setuju.  kamipun menjalani program tersebut tetapi Tuhan berkehendak lain karena pada umur sembilan minggu aku keguguran dan harus dikuret.

sedih dan hancur ketika harus mengalami itu karena hal yang dinanti telah hilang.. tapi aku percaya semua akan indah pada waktuNya

kami tidak berhenti untuk berusaha, setelah tiga bulan kosong dan diperbolehkan kembali oleh dokter untuk melanjutkan program, aku dan suami melakukan honeymoon ke bandung.  Puji Tuhan sebulan kemudian aku dinyatakan hamil.

👙bulan pertama
aku mengalami mual muntah yang sangat hebat, makan lalu muntah dan terus menerus..  sampai aku tidak mau makan nasi hanya singkong saja.. anak kami anak singkong!  hahahaha

👙bulan kedua
aku tidak mengalami ngidam yang aneh aneh bahkan makanan yang biasanya gak suka jadi suka. suatu hari aku makan yang suamiku suka makan yaitu jamur,  lalu kami berdua berfikir jangan jangan anak kita seperti suamiku pemakan segala 😁

👙bulan ketiga
selama hamil ini aku tidak mengalami yang namanya mood swing. pekerjaan lancar meskipun menempuh perjalanan yang amat jauh,  tapi kunikmati saja.  sampai suatu saat aku dan suami periksa ke dokter dan dokter menyatakan aku tidak boleh capek karena pengalaman pernah keguguran dan umurku juga menyebabkan lebih cepat lelah saat hamil. aku memberanikan diri untuk ijin kepada atasanku masuk kantor dua hari sekali dan ternyata di ijinkan

👙bulan keempat
berhubung kerjaku hanya masuk per dua hari sekali membuatku tekor dalam urusan transportasi karena suami tak bisa setiap saat mengantar dan menjemputku jadi aku harus naik taksi setiap hari pulang pergi.  jadi aku memutuskan untuk berhenti bekerja dan konsentrasi pada kehamilan saja

👙bulan kelima
setelah tidak bekerja aku full time dirumah saja,  menikmati kehamilan dan calon ibu baru.. hehehehe.  betapa menyenangkan moment ini namun suamiku malah sibuk tugas keluar kota, dalam dua minggu bisa di tiga tempat yang berbeda. tapi tak apa selama kehamilanku tidak merepotkan dan lumayan untuk tabungan melahirkan😄

👙bulan keenam
aku dan suami memutuskan untuk pindah dokter dikarenakan jarak. kami berfikir kalau suatu hari nanti aku akan melahirkan bisa bisa bayi kami lahir di jalan tol! 😁
di bulan bulan sebelumnya dokter memberitahu kemungkinan si kecil berjenis kelamin perempuan. mumpung ke dokter yang berbeda kami ingin memastikan apakah benar si kecil berjenis kelamin perempuan.  ternyata benar dan ketika mendengar ini aku bahagia sekali karena keinginanku tercapai memiliki anak perempuan

👙bulan ketujuh
berhubung dari awal aku niat untuk persalinan normal maka dokter menganjurkan untuk senam ataupun ngepel nungging dikarenakan pada saat usg bayiku sungsang.. sedih bercampur kecewa kalau kalau aku harus caesar, bukan karena takut tapi aku ingin sekali menjadi calon ibu yang sempurna dengan menjalani persalinan secara normal

👙bulan kedelapan
demi memperlancar keinginan bersalin secara normal aku melakukan senam dan yoga serta sering ngepel lantai nungging. tak perlu jauh jauh aku hanya membeli dvdnya dan mempelajari sendiri di rumah.  di bulan ini aku mengalami sakit pinggang yang lumayan hebat dan aku harus menjalankan diet dengan cara mengurangi konsumsi makanan manis dikarenakan bayiku sudah mulai membesar

👙bulan kesembilan
waktunya pun tiba.. setelah tak kunjung kontraksi pada saat pembukaan dua maka diputuskan untuk di induksi. selama dua puluh empat jam aku mengalami mulas kontraksi dan setelah ketubannya di pecahkan di pembukaan lima lalu tiga jam kemudian pembukaan lengkap

Gabriel Saenaraya Pramuditha (sae) melengkapi hidupku dan suami😘😘😘

By |2014-11-15T12:21:00+00:00November 15th, 2014|Saenaraya|0 Comments

About the Author:

K.E.T.I.K.A .. kamu bisa menceritakan kisah sedihmu, tanpa mengeluarkan air mata, sesungguhnya ketika itu, sebenarnya telah sembuh.
%d blogger menyukai ini: