raport merah

//raport merah

raport merah

Tuhan itu menyapa kita dengan cara yang berbeda-beda. salah satunya sakit.
yuuups, itu juga merupakan sapaan dariNya

buatku ketika sehat apa aja dikerjain, sampai gak kenal waktu, sampai gak bisa ukur tenaganya alias kata suamiku aku sukanya kalau kerja badannya di forsir

menoleh ke belakang (jangan terlalu ke belakang juga, nanti lehernya sakit #eeh #krikrik) setiap mau kerja, aku dan suami harus sepakat terlebih dahulu:
1. aku gak boleh capek (aka kerja jangan di forsir, karena kebiasaanku begitu dari dulu😁)
2. aku gak boleh stress
3. aku gak boleh tekor (pemasukan dan pengeluaran harus seimbang)

di iyain aja dulu yaks kalau mau kerja lagi di kantoran, supaya bisa lulus sensor kerja lagi! hahahahaha maaf ya pak 😘😘

dari hasil kesepakatan diatas, nomor satu yang agak sulit dihindari. karena entah kenapa aku terhitung workaholics. dan kadang gak mikirin diri sendiri, efeknya ambruk, efeknya tepar, ujungnya opname

huffft..

beberapa hari lalu aku sempat posting juga soal kesehatanku akhir-akhir ini

dipaksain masuk kerja ternyata badan dari hari kamis begini aja meskipun udah ke dokter belum ada perubahan sama sekali, maka ditetapkan hari ini ke dokter lagi dengan rujukan ke lab

hasilnya?? jreng jrenggggg..

meskipun ada tanda merah-merah di lembaran kertas hasil lab kayak raport. kata dokter lambungku kena virus, beruntung kali ini gak perlu opname, tapi tetap diharuskan istirahat dua hari

okeee.. aku akan jadi tahanan rumah selama dua hari kedepan😔😔

dari hal ini aku jadi lebih banyak belajar bersyukur. dan menurutku bersyukur itu perlu latihan. belajar mengihlaskan segala hal, meskipun gak mudah.

aku selalu percaya bahwa apapun keadaanku hari ini adalah yang terbaik Tuhan beri. selepas dari apakah aku mengerti, tapi yang Tuhan ingin aku lewati hari ini adalah untuk kebaikanku di masa depan, yang akan aku pahami suatu hari nanti 😊🙏

hari ini aku bersyukur. karena hanya ini yang bisa dilakukan, bahwa Tuhan baik padaku

By |2018-10-23T10:39:20+00:00Oktober 22nd, 2018|Story|0 Comments

About the Author:

K.E.T.I.K.A .. kamu bisa menceritakan kisah sedihmu, tanpa mengeluarkan air mata, sesungguhnya ketika itu, sebenarnya telah sembuh.
%d blogger menyukai ini: