bermula dari salah satu wartawan di kantor yang meliput salah satu tokoh ini. awalnya aku gak tau siapa dia

setelah teman-teman di kantor membicarakannya, aku penasaran siapa tokoh ini. dan muncullah ia pada halaman salah satu rubrik di majalah kami

dia adalah Jos Oren alias Bernardus Yosep Te Victoria

siapa dia? dia adalah mantan office boy yang sekarang telah menjelma menjadi bos salah satu production house di Jakarta

awal membaca kisahnya di majalah buatku lumayan masih biasa saja, belum ada yang istimewa

lalu tibalah teman di kantor memberikan kabar bahwa Jos Oren akan memesan sejumlah majalah. awalnya ia hanya akan memesan sebanyak duapuluh eksemplar saja, dan akupun mencoba menawarkan dengan gigih seratus eksemplar dan biaya kirim ditanggung olehnya, ternyata iapun menyetujuinya!!

wow aku senang bukan kepalang, karena dari tim kami (marketing dan iklan) apabila mencapai target penjualan, setiap tiga bulan akan mendapatkan bonus 😍 aminnn🙏

transaksi pun dimulai, ia sudah membayar sebesar yang aku tagihkan dan kamipun mulai mengirimkan majalah tersebut

kejadian kurang menyenangkan terjadi. entah mengapa hari itu aku membawa ponsel kantor yang biasanya aku tinggal di kantor, namun memang alam semesta mengharuskan aku mengecek ponsel tersebut sesampainya dirumah

“mbak, edisi yang dikirimkan salah 😭😭😭”

whatttttt?? oke.. ini akan panjang ceritanya dan mengingatnya jadi malah gak baik buat kesehatanku. hahaha

jadi intinya tim packing yang salah memasukkan edisinya ke dalam sampul coklat itu, tapi aku juga salah sih gak mengeceknya sebelum kirim. tapi masa iya aku terus yang harus cek list pekerjaan mereka 😕

entah apa yang ada di pikiran mereka ketika packing majalah tersebut, namun sampai hari ini masih ada saja kesalahan yang sama yang mereka lakukan, yaitu salah packing!

oke kita kembali ke topik awal..

akhirnya aku mencoba meminta maaf kepada Jos Oren, aku mencoba langsung menghubunginya

malam itu rasanya campur aduk. antara takut, malu, bete dan kesal karena meminta maaf bukan karena murni kesalahan pribadi namun demi nama baik perusahaan akupun meminta maaf dan berharap mendapat respon yang baik

tak disangka dari kejauhan aku mendengar suara yang memberikan maaf dengan tulus

sejak saat itu aku mulai menyukainya dan tiba-tiba aku berpikiran untuk mengirim cv kekantornya! wkwkwkwkwk 😅

——————————–
hari ini pagi-pagi sekali sambil menemani perjalanan naik kereta pulang dari lembur tadi malam, kubaca buku yang tebalnya 175 halaman itu

buku itu berjudul I’M JONGOS, buku dengan warna mencolok yaitu orange telah membuka mataku yang tadinya ngantuk tak tertahankan malah jadi penasaran yang mendalam bagaimana akhir dari ceritanya

cukup menarik isinya dan ada kutipan yang akan kuingat selalu, isinya seperti ini:

HIDUP itu drama, kita mau jadi seorang pemain, sutradara, atau hanya penonton saja? pilihan HIDUP kita yang menentukan..

jadi ingat tulisanku beberapa waktu yang lalu, soal HIDUP. meskipun pemahamannya beda namun tujuannya sama

btw, secara keseluruhan bukunya kecehhhhhh!
banyak ilmu dan pesan yang didapat, berhenti bermimpi dan yakinlah bahwa apa yang kamu yakini akan menghasilkan kesuksesan

sampai hari ini masih berharap mungkin gak ya masih bisa jadi anak buahnya? 😉😂

 

#josoren